Masih tidak menyangka, Silmi kecil yang dikenal pendiam kini tumbuh sebagai seseorang yang senang bercerita, juga mendengarkan. Tidak peduli membabat habis jam yang berdetik serta jantung yang terus berdetak, saya senang tenggelam dalam obrolan panjang.
Saya senang bercerita; selain karena didengarkan adalah sebaik-baiknya nikmat yang Allah hadirkan, karena saya menyadari bahwa “Bercerita mungkin tidak menyelamatkan saya, tetapi mungkin menyelamatkan orang lain” Beberapa teman berkata, “Terus menulis ya Sil, terus bercerita, ceritamu membantuku menjalani hidup yang tidak selalu penuh suka.” Nah dari situ saya menjadi terdorong untuk terus bercerita. Saya sadar, saya nggak bisa melakukan hal besar untuk teman-teman saya, maka biarlah nyala lampu redup sebagai hal terbaik yang bisa saya beri menjadi sedikit terang pada jalan yang ditempuh teman.
Saya senang mendengarkan; selain karena saya tahu begitu nikmatnya menemukan telinga untuk tempat berlabuh segala cerita juga karena saya menyadari bahwa dari mendengarkan saya banyak belajar; belajar untuk mendengar, mendengar untuk belajar. Dengan mendengarkan, saya memperoleh limpahan ilmu dan pengalaman tanpa harus terlebih dahulu mengalami. Dengan mendengarkan, saya menjadi tahu bahwa hidup ini berisi orang-orang kuat yang meski bersimbah darah tetap melangkah tegar menghadapi badai didepan mata. Dengan mendengarkan, saya bisa menjadi menyenangkan, memberikan ruang orang lain untuk lega bercerita tanpa takut dihakimi dunia.
Entah di ajak bercerita , entah diminta untuk mendengarkan. Saya ada untuk keduanya 😉
Lalu apa yang membuatmu hal bahagia?
Tulis di komentar ya😀
Komentar
Posting Komentar