Langsung ke konten utama

Dunia Hanya Persinggahan Semata






Selasa, 01 Juni 2021

Rasulullah SAW. berpesan agar seorang Mukmin menganggap dirinya di dunia ini seperti orang asing atau orang yang lewat saja. Orang asing itu tidak memiliki tempat tinggal. 

Negeri tempat ia berada bukanlah kampung halamannya. Negeri itu hanya tempat ia menyelesaikan keperluannya untuk kemudian kembali ke kampung halamannya. 

Begitu pula orang yang lewat. Dia akan terus berjalan meski kadang singgah sebentar untuk sekadar berteduh atau mencari bekal, lalu melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuannya.

Jadi dunia ini bagi seorang Mukmin adalah tempat asing atau persinggahan saja. Tempat tujuan atau kampung halaman bagi seorang Mukmin adalah akhirat, yakni surga.

~srl

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Best Friend's

Memiliki sahabat yang baik,  merupakan kenikmatan besar, yaitu dimana persahabatan akan berlanjut sampai surga dan akan kekal selamanya. Tentu ini adalah kenikmatan yang sangat besar, karena antara sahabat dekat pasti tidak ingin berpisah dengan sahabat lainnya. Persahabatan sementara di dunia kemudian dipisahkan dengan kematian begitu saja, tentu bukan akhir yang indah. Salah satu dalil bahwa akan ada persahabatan di hari kiamat akan berlanjut bahwa orang yang saling mencintai (termasuk para sahabat) akan dikumpulkan bersama di hari kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ “Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.’” Allah Ta’ala memberikan keutaamaan kepada seseorang untuk memberikan syafaat kepada sahabatnya yang lain, agar mereka bisa sama-sama masuk surga dan berkumpul kembali. Hasan Al- Bashri berkata, ”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka m...

Bersyukurlah!!!

Sering kali sebagai manusia hanya mengingat Allah SWT ketika dalam keadaan susah. Sedangkan dalam keadaan senang sering kali seseorang lupa nikmat dan karunia Allah SWT. Padahal masih bisa bernafas, selalu sehat, melakukan makan dan minum, dan mengerjakan tugas lainnya juga termasuk nikmat Allah SWT yang wajib disyukuri. Syukur itu terbagi menjadi tiga bagian yaitu : 1. Syukur dengan hati adalah mengetahui bahwa nikmat-nikmat itu berasal dari Allah swt bukan selain dari-Nya. 2. Syukur dengan lisan adalah dengan mengucapkan al-Hamdulillah dan memuji-Nya. 3. Syukur dengan jasmani adalah dengan tidak mempergunakan setiap anggota badan dalam kemaksiatan tetapi untuk ketaatan kepada-Nya. Termasuk juga mempergunakan apa yang diberikan oleh Allah Swt berupa kenikmatan dunia untuk menambah ketaatan kepada-Nya bukan untuk kebatilan. Dalam Qs. Al-Baqarah : 152 فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ Artinya: Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepad...